Cerita Sedih terjemahan

Khafidhotun Nadliroh

Keindahan Kakinya

               Gambaran buruk dari penampilan fisikku yang sering orang-orang pikirkan adalah mereka sering memghinaku karena penampilanku yang berbeda dengan orang pada umumnya. Oleh karena itu mereka sering melempar sampah ke arahku. Ejekan dan hinaan sudah menjadi teman sehari-hariku. Tidak ada seorangpun yang peduli terhadapaku kecuali saudara perempuanku tercinta yang bernama Kim Yoo See. Disisi lain, beberapa orang menaruh iba kepadaku dengan memberi uang atau makanan. Karena hal itu saya masih merasa beruntung meskipun kondisi fisikku yang tidak normal ini.

Kim Lee adalah nama lengkapku, sedangkan Lee adalah nama panggilanku. Aku seorang anak lelaki cacat yang berusia 10th. Di usiaku sekarang seharusnya aku duduk di sekolah dasar tetapi menjadi anak yatim sejak lahir membuatku sulit bertahan hidup.

“Lee…bisakah kamu membantuku di sini! Aku kesulitan mengangkat sekarung tepung ini.” Teriak Yoo See. Dengan berjalan terseok-seok, aku coba menolong saudariku yang bekerja keras di sebuah toko di pinggir rel kereta api. Aku mencoba membantu pekerjaan saudariku dengan senang hati. “Lee, apa kamu baik-baik saja?” Yoo See bertanya kepadaku karena dia melihatku kecapekan serta mencoba menyembunyikan rasa sakit yang luar biasa yang ku rasakan ditubuhku ini.

Kelemahanku adalah tubuhku akan terasa sakit luar biasa ketika kupaksakan untuk bekerja keras. Selama satu minggu aku hanya berbaring di tempat tidur untuk menahan rasa sakit dan menderita karena tidak ada uang untuk membeli obat bahkan membeli makanan untuk dimakan. Yoo See panik melihat kondisiku seperti ini.Tiba-tiba “Prangg…pranggg…!!”suara wajan dan beberapa alat masak yang jatuh membuatku tkut dan jug kaget.

Setiap hari Yoo See bekerja keras demi mendapatkan uang untuk mengobati sakitku, tetapi itu sangat sulit sehingga dia merasa bingung dan putus asa meskipun hanya untu bertahan hidup saja. Karena itu Yoo See memanfaatkanku. Suatu hari, kita keluar rumah di pagi hari. Dia memintaku untuk mendengarkanya tanpa ada keraguan sedikitpun.

Akhirnya aku tahu apa yang dia inginkan dan apa yang harus aku lakukan. Dengan tenang akupun duduk di pinggir jalan sambil meminta belas kasihan orang-orang yang melewati jalan.

Tidak peduli apa yang dia pikirkan, aku mencoba pergi meninggalkanya karena idenya yang hanya mengambil keuntungan dari kondisi fisikku ini.

“Tidak…..tidak kak, aku tidak akan melakukan itu walaupun kamu akan meninggalkanku sendirian di sini.” Aku berkata dengan sedikit mengancam.

Karena sebal, Yoo See meninggalkanku sendirian di tempat sepi. Dalam kegelapan aku duduk sendiri di pinggir jalan tanpa bisa berbuat apa-apa, bahkan bergerak sedikitpun aku tidak bisa karena kondisiku yang sepeti ini.

Untungnya, seorang lelaki tua menghampiriku dan membawaku pulang ke rumahnya. Melihat kondisiku yang seerti ini lelaki tua itu mencoba membantuku dengan mencarikan pembuat kaki palsu. Setelah usahanya dalam satu minggu, lelaki tua itu akhirnya menemukan pembuat kaki palsu tersebut.

Untuk memperoleh ukuran yang sesuai dengan kakiku, pembuat kaki palsu itu mencoba dengan keras membuatkan kaki palsu yang sesuai dengan kakiku.

“Wow…. Astaga, mengagumkan, sekarag aku dapat berjalan tanpa menyusahkan orang lain karena bantuan kaki palsu ini. Hanya pujian pada Tuhan yang bisa aku keluarkan dari mulutku.

Saat aku sudah mampu berjalan dengan kuat, saya mengutarakan keinginanku untuk mencari saudariku, Yoo See, dengan mengelilingi rumah majikanya di samping rel kereta api. Bersama lelaki tua yang telah membantuku meraih kehidupan yang lebih baik, aku menuju tempat itu.

Dengan berjalan berkeliling seharian penuh, aku tidak dapat menemukan saudariku di sana. Aku sangat menhawatirkanya. Kemana selama ini dia pergi?. “Kakak, di mana kau? Aku ingin bertemu denganmu..” air mata mengalir deras di mataku.

Merasa lelah, lelaki tua itu menyuruhku beristirahat sebentar di pinggir jalan. Di keramaian malam yang hiruk pikuk, terdengar seorang gadis manangis dengan pelan tak jauh dari kami. Kamipun menghampirinya karena mungkin dia membutuhkan bantuan. Melihat bentuk matanya, aku teringat pada seseorang. Ternyata…dia kakakku, Yoo See. Akhirnya aku menemukanya, tapi ada seseuatu yang terjadi pada dirinya. Saat meninggalkanku sendirian dalam waktu lama, kakakku telah kehilangan kaki kananya akibat ditabrak mobil, dia akhirnya kehilangan kaki indahnya.

Malang, 10 Juli 2013

Teks asli: Her Leg Beauty ( Rafika Rabba Farah)

Dari majalah ProMag (Progesio Magazine edisi September 2011)

Teks terjemahan: keindahan kakinya (Khafidhotun Nadliroh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s