GANGGUAN BAHASA PADA ANAK

Malang, 18 April 2013

Khafidhotun Nadliroh

BAB I

PENDAHULUAN

I.I LATAR BELAKANG

Bahasa merupakan sebuah karunia Allah SWT yang patut disyukuri oleh siapapun. Karena bahasa merupakan satu-satunya alat komunikasi yang tidak mungkin akan terhindarkan dari kehidupan kita sebagai binatang penutur (the speaking animal). Sejak manusia pertama bernama Adam, Allah telah mengajarinya dengan menyebut benda-benda. Saat itulah kemampuan manusia untuk berbahasa dimulai. Menurut Kridalaksana (2001:21) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Manusia pada umumnya bisa berbicara menggunakan bahasa sejak umur 1 tahun sudah dapat memanggil “mama” atau “papa”. Jika anak mampu mengucapkan kata-kata dengan benar maka orangtua maupun pendidik di lembaga pendidikan anak usia dini (paud)  pasti akan sangat senang. Tapi bagaimana apabila seorang anak hingga berusia 2 tahun tidak dapat berbicara, apalagi memanggil orang tuanya, apakah ini yang dinamkan kelainan atau gangguan bahasa pada anak?

I.2 RUMUSAN MASALAH

1. Faktor penyebab kelainan atau gangguan bahasa pada anak?

2. Apa macam-macam kelainan atau gangguan bahasa pada anak?

3. Apa tanda-tanda anak mengalami kelainan gangguan bahasa pada anak?

1.3 TUJUAN

1. Untuk mengetahui faktor penyebab kelainan atau gangguan bahasa pada anak.

2. Untuk mengetaui macam-macam kelainan atau gangguan bahasa pada anak.

3. Untuk mengetaui tanda-tanda anak mengalami kelainan atau gangguan bahasa.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENYEBAB KELAINAN ATAU GANGGUAN BAHASA PADA ANAK.

Gangguan berbahasa dapat berupa keterlambatan berbicara. Keterlambatan perkembangan berbicara yang paling sederhana adalah keterlambatan perkembangan bahasa anak di bawah umur. Gejala keterlambatan yang muncul apabila anak berumur 10 bulan belum dapat mengoceh dan 18 bulan belum menguasai kata “ papa “ dan “ mama “ atau 2 tahun belum dapat merangkai kalimat dari dua kata atau bicaranya tidak dapat dimengerti oleh orang tuanya atau tidak mengerti apa yang dikatakan kepada anak itu.

A. FAKTOR INTERNAL

  • Faktor Keturunan (konginetal)

Gangguan bahasa pada bayi bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Gangguan ini bisa dikarenakan, retardasai mental, ketulian, gangguan saraf, cacat pada alat bicara seperti pada lidah, gigi, bibir, langit-langit dan anak lidah. Bisa juga karena gangguan perkembangan bicara, seperti gagap dan gangguan saraf-saraf motorik.

  • Gangguanpendengaran
    Pada beberapa kasus, hambatan pada pendengaran berkaitan dengan keterlambatan bicara. Jika si anak mengalami kesulitan pendengaran, maka dia akan mengalami hambatan pula dalam memahami, meniru dan menggunakan bahasa. Salah satu penyebab gangguan pendengaran anak adalah karena adanya infeksi telinga. Anak dengan gangguan pendengaran biasanya ia tidak akan memberi respons terhadap bunyi-bunyian yang ada di sekitarnya. Gangguan pendengaran bisa menyebabkan anak mengalami hambatan pula dalam memahami, meniru dan menggunakan bahasa. Sebaiknya bawa segera anak ke dokter spesialis THT siapa tahu ada infeksi dengan telinganya.
  • Gangguan bicara yang didapat
    Gangguan yang didapat adalah gangguan bicara yang diakibatkan penyakit. Bisa juga karena infeksi pada otak pasca trauma kepala, kanker otak, gangguan aliran darah ke otak, serta kelumpuhan saraf yang menggerakkan otot bicara, seperti polio dan tumor otak.
  • Faktor kejiwaan seperti penyakit autisme
    Untuk anak autisme, perlu latihan. Pada tahap awal, stimulasi dengan kontak dengan matanya. Karena pada anak autisme tidak mau melakukan kontak mata dengan lawan bicara.

B. FAKTOR EKSTERNAL

Yang dimaksud dengan akibat faktor lingkungan adalah terasingnya seorang anak manusia, yang aspek biologis bahasanya normal dari lingkungan kehidupan manusia. Keterasingannya bisa disebabkan karena diperlakukan dengan sengaja (sebagai eksperimen) bisa juga karena hidup bukan dalam alam lingkungan manusia.

2.2 MACAM-MACAM KELAINAN ATAU GANGGUAN BAHASA PADA ANAK.

1.      Afasia

Afasia yaitu kehilangan kemampuan untuk membentuk kata-kata atau kehilangan kemampuan untuk menangkap arti kata-kata sehingga pembicaraan tidak dapat berlangsung dengan baik. Anak-anak dengan afasia didapat memiliki riwayat perkembangan bahasa awal yang normal, dan memiliki onset setelah trauma kepala atau gangguan neurologis lain.

2.      Gagap

Gagap adalah gangguan kelancaran atau abnormalitas dalam kecepatan atau irama bicara. Terdapat pengulangan suara, suku kata atau kata atau suatu bloking yang spasmodik, bisa terjadi spasme tonik dari otot-otot bicara seperti lidah, bibir dan laring. Terdapat kecendrungan adanya riwayat gagap dalam keluarga. Selain itu, gagap juga dapat disebabkan oleh tekanan dari orang tua agar anak bicara dengan jelas, gangguan lateralisasi, rasa tidak aman, dan kepribadian anak.

3.      Disfasia Perkembangan

Disfasia perkembangan adalah disfasia yang dialami anak apabila terdapat defisit dalam ekspresi verbal atau pemahaman bahasanya, tidak termasuk di dalamnya gangguan pendengaran, motorik, terbelakang mental, kerusakan otak, emosional atau lingkungan bicara yang kurang mendukung.

3.3  TANDA-TANDA ANAK MENGALAMI KELAINAN ATAU GANGGUAN BAHASA.

  • Sampai dengan usia 10 minggu, anak tidak mau tersenyum sosial.
  • Pada usia 3 bulan, anak tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban.
  • Pada usia 6 bulan, anak tidak mampu memalingkan mata dan kepalanya terhadap suara yang datang dari belakang atau sampingnya.
  • Sampai dengan usia 8 bulan, anak tidak ada perhatian terhadap lingkungan sekitarnya.
  • Pada usia 10 bulan, anak tidak memberi reaksi terhadap panggilan namanya sendiri.
  • Pada usia 15 bulan, anak tidak berbicara, tidak mengerti dan memberikan reaksi terhadap kata-kata jangan, dadah dan sebagainya.
  • Pada usia 18 bulan, anak tidak dapat menyebutkan 10 kata tunggal.
  • Sampai usia 20 bulan, anak tidak mengucapkan 3-4 kata.
  • Pada usia 21 bulan, anak tidak memberikan reaksi terhadap perintah (misal: duduk, kemari, berdiri).
  • Pada usia 24 bulan, anak tidak dapat menyebutkan bagian-bagian tubuh dan belum mampu mengetengahkan ungkapan yang terdiri dari 2 kata.
  • Setelah usia 24 bulan, anak hanya memiliki perbendaharaan kata yang sangat sedikit atau tidak memiliki kata-kata huruf z pada frase.
  • Pada usia 30 bulan, ucapan anak tidak dapat dimengerti oleh anggota  keluarganya.
  • Pada usia 36 bulan, anak belum dapat menggunakan kalimat-kalimat sederhana, belum dapat bertanya dengan menggunakan kalimat tanya yang sederhana, dan ucapannya tidak dapat dimengerti oleh orang di luar keluarganya.
  • Pada usia 3,5 tahun, anak selalu gagal untuk menyebutkan kata akhir (misalnya ‘ca’ untuk cat, ‘ba’ untuk ban, dan lain-lain).
  • Setelah usia 4 tahun, anak berbicara dengan tidak lancar (gagap).
  • Setelah usia 7 tahun, anak masih suka melakukan kesalahan dalam pengucapan.
  • Pada usia berapa saja terdapat hipernasalitas atau hiponasalitas (sengau atau bindeng) yang nyata atau memiliki suara yang monoton tanpa berhenti, sangat keras, tidak dapat didengar, dan secara terus-menerus memperdengarkan suara serak.

BAB III

CONCLUSION

Gangguan berbahasa dapat berupa keterlambatan berbicara. Keterlambatan bicara ini bias diketahui apabila anak tersebut berusia 10 bulan sampain 2 tahun yang tidak dapat berbicara kata-kata simple seperti “mama” atau “papa”. Hal ini dapat terjadi Karena beberapa factor interna dan eksternal seperti keturunan dan lingkungan social mereka sendiri. Gangguan bahasa bias berupa afasia dan gagap. Peran orang tua sangatlah berpengaruh apabila anak mereka mengalami gangguan bahasa ini. Orang tua harus mengetahui perkembangan bahasa anaknya karena jika merek menemukan adanya gangguan bahasa pada anaknya, anak tersebut langsung bias tertangani secara cepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s